Lihatlah dimana kamu menginjakkan kakimu
Disebuah gundukan tanah?
Kerikil, aspal, atau debu yang kamu lihat?
Tataplah,
Saat kamu melewati jalan-jalan kota
Hanya kepadatan, bising, sesak,
Itu saja kah?
Sesekali intiplah dunia semu ini
Kolusi, korupsi, debat, fitnah, suap, hingga ambisi…
Apa yang kamu rasakan,
Saat bentangan kain merah putih berkibar,
Saat kamu menyandarkan tubuhmu dan melihat “garuda” terpampang,
Saat kamu berucap “PANCASILA!”
Dan mengucap butir-butirnya..
Dan apa yang kamu rasa,
Saat prajurit mati dengan bendera di pelukannya
Pernahkah terdengar olehmu
Dentuman bom, lontaran granat
Teriakan orang diburu peluru?
Kita memijak sebuah negeri,
Luas besar indah
Inilah Indonesia
Terkadang kita melupakannya demi kita
Terkadang kita merendahkannya demi topik pembicaraan baru
Terkadang kita lupa dengan lagu yang meninggikan namanya…
Dan terkadang kita lupa, dimana jiwa patriotisme, nasionalisme kita ?
“Sumpah Pemuda” hanya sebuah wacana
“Pembukaan UUD ‘45” hanya pelengkap upacara
“Pancasila” hanya bahan perdebatan belaka
Pemimpin bangsa menjadi cercaan massa
Kekayaan bangsa luput menjadi devisa
Dan generasi muda, justru menjadi laskar huru hara
Aparatur Negara menjadi sasaran emosi warga
Pejabat Negara menjadi pelahap uang Negara
Kita semua hidup dibawah satu langit,
Kita ada diatas tanah yang sama,
Kita hidup dengan semangat perubahan yang menggebu
Kita, penopang Indonesia
Kita, pemicu kemajuan bangsa,
Hentikan teriakan
“AKU CINTA INDONESIA”
Tapi gerakkan tangan dan langkahmu,
Ambil semangat dan citamu,
Berdoalah, bekerjalah, berusahalah, buktikanlah
Demi bangsa, demi Negara,
Demi INDONESIA.
skip to main |
skip to sidebar
dia inspirasi bagi saya dia malaikat saya
Minggu, 03 Januari 2010
My Profile :D
- Rankin
- Kadang orang bertanya, "kok gak lanjut di sana ?". Aku cuma menjawab, "hati nurani saya lebih berharga ketimbang hidup di sana."


Tidak ada komentar:
Posting Komentar